Pipa Pertamina di Muara Blanakan Bocor

SUBANG, (PRLM).-Pipa minyak mentah pertamina saluran Cilamaya – Cemara di Dusun Bojong/Sukamanah Desa Muara Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang bocor. Akibatnya minyak mentah mencemari saluran air/selokan, dan tanaman padi warga sekitar.

Selain itu dampak dari keluarnya minyak mentah menimbulkan aroma menyengat dirasakan warga, termasuk para siswa SDN Sukamanah Baru yang dekat dengan lokasi pipa bocor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, Senin (18/8/2014) menyebutkan bocornya pipa terjadi Sabtu (16/8/2014) sekitar pukul 19.00 WIB.

Awalnya warga mendengar suara keras seperti air menyembur deras tetapi disertai aroma menyengat. Ketika itu warga melihat sumber suara, mereka melihat pipa pertamina bocor.

“Saya langsung keluar rumah, pas ada tetangga teriak-teriak pipa bocor. Kejadian itu langsung dilaporkan ke pertamina, dan malam itu juga sekitar pukul 22.00 WIB sudah datang truk yang menyedot ceceran minyak,” ujar Tading warga setempat.

Dia mengatakan sejak malam itu, di sekitar lokasi kejadian menjadi ramai melakukan penanganan. Mereka menyedot minyak yang terbuang, termasuk menutup bagian yang bocor. “Jadi mereka bekerja sejak sabtu malam sampai senin ini terus menerus, truk juga ada tiga bolak balik,” ujarnya.

Dikatakan Tading, selain menimbulkan aroma khas BBM menyengat, bagian minyak yang menyembur masuk ke aliran air dan irigasi hingga ke sawah. Malahan sempat pula naik ke badan jalan depan rumah warga.

Pipa yang bocor sudah bisa ditutup, dan minyak yang keluar langsung dibuang ke saluran irigasi. “Yang kami khawatirkan, selain ke sawah juga takut muncul api,” katanya.

Ulis seorang siswa SDN Sukamanah Baru mengatakan aroma dari bocoran minyak itu menyengat, tercium hingga ke sekolahnya. Malahan banyak tak sekolah, pasca kejadian itu. “Bau bensinnya menyengat sampai ke kelas. Kalau belajar seperti biasa, tidak libur tapi tadi (Senin-red) yang sekolah sedikit,” katanya.

Sementara itu Asisten Manager Humas PT. Pertamina EP Region Jawa yang berkantor di Klayan Cirebon, Dian Hapsari Firasati membenarkan terjadinya kebocoran pada pipa jalur Cilamaya – Cemara, di Desa Muara Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang.

Kebocoran itu sudah dilakukan penanganan, termasuk menutup bagian pipa yang bocor. Selain itu untuk meminimalisasi terjadinya kebocoran sudah dipasang oil boom. Kemudian bagian minyak mentah yang tercecer sudah diambil dengan dan diangkut menggunakan vacum truck.

“Kami masih melakukan inventarisir terhadap lahan warga yang terkena dampaknya, dan penyebab kebocorannya juga masih kami selidiki. Tapi kebocoran itu tak mengganggu jalur distribusi,” ujarnya.

Dikatakan Diah, selain menginventarisir luas lahan yang terkena dampak, pihaknya juga tengah melakukan negosiasi dengan pemilik lahan terkait konvensasinya. Luas areal lahan yang terkena dampaknya mencapai 1.500 meter persegi

Mengenai penyebabnya, lanjut Dian, pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah ada unsur sabotase atau pipa yang berkarat. Sebab pipa sudah rutin di periksa dan dipelihara oleh pipe checker.

Dikatakannya, ke depannya pengecekan rutin dan pemeliharaan tetap dilaksanakan, termasuk berkoordinasi dengan perangkat desa. Dengan demikian bila terjadi sesuatu bisa cepat diketahui, sekaligus dilakukan penanganan.(Yusuf adji/A-89)***




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *