Flu Burung, Belasan Unggas di Dusun Buyutsaur Mati Mendadak

KUNINGAN, (PRLM).- Belasan ekor ayam kampung dan seekor itik peliharaan penduduk di lingkungan RT 4 RW 2, Dusun Buyutsaur, Desa Ciniru, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, dalam lima hari terakhir berturut-turut mengalami kematian mendadak. Kematian mendadak belasan ekor unggas tersebut diduga sejumlah warga di dusun itu, karena terjangkit virus flu burung.

Jumlah unggas yang mati mendadak dalam lima hari terakhir di lingkungan RT tersebut, hingga Minggu (9/2/2014) telah mencapai 16 ekor. Terdiri atas 9 ekor ayam kampung dan seekor itik milik Tarman (63), serta 7 ekor ayam kampung milik Diding Sudirja (56).

“Kematian semua ayam dan itik milik saya dan ayam milik Pak Diding itu, tidak sekaligus dalam satu hari. Namun, menurut Tarman dibenarkan pula Kepala Dusun Buyutsaur Rakim, kematian belasan ekor unggas itu, semuanya tidak tetlihat diawali dulu tanda-tanda mengalami gejala sakit. Mendadak saja mati. Paling hanya terlihat nguyung (terdiam lesu) dulu beberapa saat, kemudian langsung mati. Sama, ayam-ayam yang mati milik Pak Diding juga, seperti itu kejadiannya” tutur Tarman, dibenarkan Kepala Dusun Buyutsaur Rakim, yang sedang memperhatikan ayam dan itik milik Tarman yang masih tersisa di halaman belakang rumah Tarman, Minggu (9/2/2014).

Menurut Rakim, kasus kematian belasan unggas milik dua orang warganya itu, pada Sabtu (8/2/2014) telah mendapat pemeriksaan tim reaksi cepat penanganan flu burung dari Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan.

“Menurut keterangan dari tim itu, penyebab kematian belasan ekor unggas milik Pak Tarman dan Pak Diding itu, terdeteksi positif terkena flu burung,” kata Rakim.

Dimintai tanggapan mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan Bunbun Budhiyasa, menyatakan pemeriksaan oleh tim tersebut baru berupa diagnosa awal dengan menggunakan alat rapid test.

“Untuk memastikan, positif tidaknya ada penularan virus flu burung terhadap unggas di dusun itu, sementara ini kami masih menunggu hasil pengujian laboratorium,” ujar Bunbun Budhiyasa, saat dihubungi Pikiran Rakyat melalui telefon, Minggu (9/2/2014).

Untuk itu, ujarnya, tim reaksi cepat dari pihaknya itu juga telah mengambil sejumlah sampel objek bahan uji laboratorium dari beberapa ekor unggas milik kedua warga di dusun tersebut.

“Sampel untuk bahan penelitian laboratorium itu, kemarin sudah kami kirim ke laboratorium di Lembang (maksudnya ke laboratorium Balai Penyelidikan Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner di Cikole, Lembang),” katanya.

Dia menambahkan, beberapa pekan lalu di wilayah Kecamatan Darma, Kuningan sempat muncul kasus serupa. Dan, ketika pihaknya melakukan uji rapid test, juga ditemukan sampel unggas positif flu burung.

Namun, setelah sampel tersebut diuji lebih lanjut di laboratorium, hasilnya dinyatakan negatif flu burung. Terkait kasus yang kini terjadi di Dusun Buyutsaur, Bunbun mengimbau agar masyarakat di dusun itu, mengandangkan semua unggasnya serta menghindari dulu kontak langsung dengan unggas.

“Sebagai tindakan antisipasi sementara, kami melaui tim reaksi cepat, kemarin juga telah melakukan penyemprotan larutan desinfectan terhadap kandang-kandang unggas di dusun itu,” kata Bunbun Budhiyasa.(A-91/A-89)***




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *