Pagu Raskin di Indramayu tidak Berubah

INDRAMAYU – Pagu beras untuk rakyat miskin atau raskin tahun ini tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun lalu. Jumlah rumah tangga sasaran penerima manfaat juga sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 174.002 keluarga.

Kabag Perekonomian Pemerintah Kabupaten Indramayu Iding Syafrudin mengungkapkan, jatah raskin untuk 174.002 RTSPM tersebut yaitu 2.610.030 kg atau masing-masing 15 kg per bulan. Dalam setahun, pagu raskin mencapai 31.320.360 kg.

“Pagu raskin tidak ada perubahan, tetapi ada kemungkinan berubah pada pertengahan tahun. Itu nanti akan kami lakukan penyesuaian,” katanya akhir pekan lalu.

Iding berharap agar setiap pemerintah desa dan kecamatan dapat disiplin dalam melakukan pembayaran raskin. Hal itu demi kelancaran penyaluran raskin kepada warga miskin.

Asisten Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Indramayu, Wahidin menambahkan, pihaknya berharap agar pelayanan kepada masyarakat dalam penyaluran raskin diutamakan.

‘’Kalau memang ada raskin yang kualitasnya rendah, segera lapor kepada Bulog untuk diganti dengan yang kualitasnya lebih baik,’’ tegas Wahidin.

Wahidin menyatakan, pihaknya juga akan memaksimalkan fungsi dan peran pemantau raskin independen. Dengan demikian, raskin yang diterima masyarakat benar-benar memiliki kualitas yang baik.

Kepala Bulog Subdivre Indramayu Atta Rizal sebelumnya mengaku siap memperbaiki kualitas raskin dan bersedia mengganti raskin yang kualitasnya buruk dengan yang lebih baik. Hal itu seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di sejumlah desa di Kecamatan Krangkeng, di mana 1.590 kg raskin diganti dengan yang baru karena kualitasnya buruk.

Kondisi itu, menurut dia, tidak terlepas dari melimpahnya stok raskin di gudang-gudang Bulog di mana hingga kini masih ada sekitar 35.000 ton dan diperkirakan cukup hingga Januari 2015.

”Namun, stok ini akan kami kurangi dengan menyalurkannya ke daerah lain yang membutuhkan, agar penyimpanan beras di gudang tidak terlalu lama,” katanya.

Seiring dengan hal itu, Bulog Indramayu tahun ini menargetkan penyerapan 97.500 ton gabah, menurun dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 100.000 ton. Penurunan prognosis raskin tersebut juga disebabkan tingginya harga gabah di lapangan yang mencapai Rp 7.000/kg, melebihi harga pembelian pemerintah, yaitu Rp 6.600/kg. (PRLM)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *