Ribuan Keluarga Antre Paket Sembako Murah

MAJALENGKA,(PRLM).- Ribuan keluarga miskin dan keluarga sejahtera antre sembako yang disediakan Pemerintah Kabupaten Majalengka di tiga Kantor Kecamatan. Penjualan paket sembako murah sengaja disediakan pemerintah untuk menekan harga pasar jelang Lebaran, Senin (6/7/2015).

Paket sembako yang terdiri dari 5 kg beras, 1 kg telur, 3 kg gula putih serta satu liter minyak goreng tersebut dijual seharga Rp 65.000 per paket. Di pasaran satu paket sembako tersebut bisa mencapai Rp 126.000, dengan demikian pemerintah mensubsidi sebesar Rp 61.000 untuk setiap paket.

Sayangnya meski paket berharga murah namun banyak keluarga miskin yang tak mampu menebusnya, hingga akhirnya paket sembako dibeli oleh keluarga sejahtera yang beberapa di antaranya suaminya bekerja sebagai PNS, pegawai kelurahan atau pedagang yang punya penghasilan lebih dari cukup.

Menurut keterangan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Majalengka Agus Permana disertai stafnya Dudi Darajat, ada tiga kecamatan yang warganya mendapat bantuan subsidi sembako, itu adalah Kecamatan Majalengka sebanyak 2.400 paket atau sebanyak 2.400 keluarga miskin, Kecamatan Cigasong sebanyak 1.665 paket serta Kecamatan Ligung sebanyak 2.000 paket, namun untuk Kecamatan Ligung, Bupati Majalengka Sutrisno menggratiskan semua paket sembako tersebut bagi warganya. Semua pembayaran paket sembago menajdi tanggungjawab pribadi Bupati yang kebetulan berasal dari Ligung.

Penjualan paket sembako murah tersebut untuk membantu sebagian keluarga miskin di Kabupaten Majalengka. Hanya karena jumlah paket sembako terbatas pembagianpun hanya dilakukan di sejumlah kecamatan.

Sedangkan penentuan penerima paket berdasarkan hasil usulan dan verifikasi kemuskinan dari tiap-tiap desa dan kelurahan yang ada, hal ini agar tidak menimbulkan persoalan di masyarakat. “Total paket sembako murah yang kami bagikan kepada Rumah Tangga Sasaran mencapai sebanyak 6.065 paket. Jumlah terbanyak berada di Kecamatan Majalengka,” papar Dudi.

Ini menurutnya sekedar membantu masyarakat miskin menjelang lebaran, karena untuk menekan harga di pasar tidak akan tercapai karena terbatasnya paket sembako yang tersedia. “Paling tidak ini membantu beban keluarga miskin,” kata Dudi.

Sementara itu di Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong serta Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka banyak keluarga miskin yang tidak mampu menebus jatah paket sembako murahnya, karena paket dianggap terlalu banyak sehingga harga tidak terjangkau oleh keluarga miskin.

Suimah misalnya, dia mengaku tak mampu menebus karcis dari kelurahan untuk ditukar dengan paket sembako murah karena uang yang tersedia di rumahnya tidak mencukupi. Karcis penukaran paket sembako akhirnya dibawa lagi petugas dari kelurahan. “Saya tidak mengambil paket sembako karena tidak ada uang,” ungkap Suimah yang mengaku penghasilan setiap harinya sebesar Rp 50.000.

Hal yang sama juga dilakukan Rafiah, yang menolak menerima penukaran karcis sembako. Karcis tersebut akhirnya ditebus tetangganya yang bekerja di Kelurahan. “Di blok saya banyak yang tidak bisa menebus. Harga barang memang sangat murah, tapi kalau satu paketnya mencapai Rp 65.000 ya mahal juga akhirnya,” kata Rafiah.

Seorang pegawai di Kecamatan Majalengka membenarkan banyaknya keluarga miskin yang tidak mampu menebus paket sembako hingga akhirnya ditebus oleh keluarga sejahtera. “Tahun kemarin juga begitu banyak yang tidak bisa menebus, dari pada tidak ditebus ya akhirnya karcis diberikan kepada masyarakat yang punya uang agar paket bisa habis,” kata seorang petugas.(Tati Purnawati/A-147)***




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *